Kesaksian Menembus Pedalaman

Kesaksian Menembus Pedalaman
⁣⁣
Saya tak habis fikir, bagaimana Islam bisa menembus wilayah pedalaman yang butuh waktu tempuh berjam-jam, yang wilayahnya diputus oleh hutan dan bebatuan yang tiada kehidupan di sana.⁣⁣
⁣⁣
Ingin rasanya menangis setelah melewati 1 sungai yang tidak semua kendaraan bisa melewatinya dengn baik. Ada yang terguncang dengan hebat. Ada pula yang sulit sekali dan harus didorong belasan orang. ⁣⁣
⁣⁣
Apalagi ketika kendaraan yang dinaiki perlahan mundur saat menempuh tanjakan curam yang kurang lebih 60 derajat. Semua panik, tapi berusaha tenang sambil melafadzkan allahu akbar.. Allahu akbar.. Ya Allah jaga kami.. Ya Allah jaga kami..⁣⁣
⁣⁣
Lega rasanya ketika mobil berhasil berada di atas tanjakan, setelah 3 penumpang turun dan mengarahkan pengemudi. Alhamdulillah..⁣⁣
⁣⁣
Di kondisi ini saya tersadarkan, betapa langka ada pendakwah Islam yang rela menembus pedalaman untuk membersamai dan membina umat di sini. Sebab, masuknya saja sudah teramat sulit, hidupnya terbelakang, jauh dari bau kesenangan dunia. ⁣⁣
⁣⁣
Tapi alangkah hebatnya, ternyata masih ada segelintir kecil orang yang berbesar hati melakukan semua ini demi menyampaikan dakwah Islam, rintisan para nabi.⁣⁣
⁣⁣
Semoga Allah merahmati dan menguatkan ghiroh dakwah ribuan guru ngaji pedalaman, khususnya Dewan Da'wah, yang telah menembus segala keterbatasan keadaan agar dakwah terus hidup di pelosok negeri. ⁣⁣
⁣⁣
Barakallahu fiikum,⁣⁣
Catatan perjalanan content writer Laznas Dewan Da'wah yang mengikuti ekspedisi penjemputan Suku Wana ke pedalaman Lambentana, Morowali Utara.⁣⁣
13 Februari 2020⁣⁣
⁣⁣
Ingin ikut mendukung geraknya perjuangan besar guru ngaji pedalaman di pelosok negeri?

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post