Ust. Siddik : "Bung Hatta Sebut Mosi Integral Natsir Adalah Proklamasi Kedua"

Sebelum terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tepatnya pasca kemerdekaan tahun 1945 terdapat 17 negara bagian di Indonesia yang sarat akan perpecahan.

Melihat rawannya situasi ini, Mohammad Natsir seorang pahlawan nasional berinisiatif menyatukan negara-negara tersebut. Lalu ia menghubungi semua kepala negara-negara bagian tersebut dan singkat cerita mereka setuju bersatu. Akhirnya pada 3 April 1960 Negara Kesatuan Republik Indonesia sah terbentuk.

“Yang oleh Bung Hatta disebut sebagai Proklamasi Kedua dari Republik Indonesia ini, Alhamdulillah,” kata Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indoenesia (DDII) Ustaz Mohammad Siddik dalam sambutannya di acara Simposium Nasional Tiga Pilar Da’wah Masjid, Pesantren & Kampus di Auditorium Prof Dr Abdulkahar Mudzakkir Universitas Islam Indonesia (UII), Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (6/1/2020).

Keinginan tokoh kelahiran Alahan Panjang itu dalam menyatukan antar golongan terus dikedepankan. Natsir sadar pasca Pemilu RI pertama 1955 umat muslim Indonesia belum bersatu dan minim ilmu agama, sehingga kata Ust Siddik Pak Natsir mendirikan Dewan Da’wah pada tahun 1967 tujuan utamanya untuk membimbing umat dari krisis ilmu agama dan mengutamakan persatuan yang saat ini masih belum sedendang sepenarian.

Di akhir sambutan Ust Siddik menyampaikan terimakasih kepada UII selaku pelaksana acara dan ia berharap ke depannya Dewan Da’wah dan UII bisa terus bersinergi sebab dua lembaga ini lahir dari ayah kandung yang sama, Allahuyarham Mohammad Natsir.[tamam/DDN]

Previous Post Next Post