Kurangi Resiko Tertular Virus dengan Resep The M.E.A.T Method

Kurangi Resiko Tertular Virus dengan Resep The M.E.A.T Method
⁣⁣⁣⁣⁣
Melakukan aktivitas di tengah wabah virus corona seperti kita akan naik gunung Himalaya (atau gunung apapun). Christ Davenport, seorang ahli pemandu pendaki gunung Himalaya punya resep menangani risiko bahaya tersebut yang ia namakan The M.E.A.T. Method.⁣⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣M adalah Mitigasi. Yaitu jika akan berangkat kita mesti pertimbangkan segala risiko dan lalu kita perkecil (mitigasi) risikonya. Misal, dalam social distancing kita tetap ingin shalat jamaah di masjid, kita perkecil risiko terkena virus dengan membawa sajadah sendiri, tidak melakukan salaman sesama jamaah dan memperenggang shaf shalat. Jarak adzan dan iqamat diperpendek. Demikian juga bacaan imam jangan panjang-panjang. Shalat sunah bisa dilakukan di rumah baik qabliyah maupun bakdiyah, juga berdzikir di rumah. Jangan lupa setiba di rumah cuci tangan pakai sabun atau antiseptik selama 20 detik. Risiko memang masih ada tapi sudah mengecil.⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
E adalah Eliminate alias kita hilangkan risikonya. Kalau tidak mau terkena risiko virus corona ya di rumah saja. Memang penyakit datang dari Allah, tapi kita sudah ikhtiyar maksimal. Ini dilakukan kalau kondisi sudah benar-benar kritis. Ibaratnya, ketika akan naik gunung dapat info BMKG akan ada badai di atas. Ya sudah, kemah saja di bawah dan naiknya tunggu ketika badai sudah reda.⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
A artinya Accept, yaitu menerima risiko. Karena risiko kecil, jadi kita terima. Jika udara cerah, tidak ada badai, maka pendaki gunung berani naik. Kalaupun ada risiko itu kecil dan bisa diterima. Jika virus corona sudah dapat dikendalikan, silakan beraktivitas kembali di luar rumah.⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
T artinya transfer. Maksudnya mentransfer risiko pada orang lain. Misal, kita butuh beli barang-barang di supermarket. Ya, kita beli barang secara online saja dan diantar oleh petugasnya. Risiko kita ditransfer dari diri kita ke petugas pengantar barang tersebut. Bagi pengantar barang, dia akan melakukan Mitigasi ketika melakukan tugasnya agar tidak terkena risiko.⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Dalam kondisi saat ini, di mana Pak Presiden dan hampir semua kepala daerah, juga lembaga-lembaga seperti sekolah, pemerintahan dan perusahaan, menyarankan untuk melakukan social distancing, sebaiknya kita melakukan tindakan Eliminate risiko dengan tidak pergi-pergi. Selain untuk melokalisasi pergerakan virus, kita sama sekali tidak berisiko atau kalaupun ada sedikit sekali. Jangan tinggalkan rumah kecuali sangat terpaksa. Virus sedang ada di mana2. Mereka tidak kenal hari libur dan hari kerja. Mereka tak terlihat tapi menyebar dg cepat melalui pergerakan manusia.⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Sudah tepat langkah Pak Presiden utk menyuruh kita bekerja di rumah. Lockdown sebulan tidak akan membuat ekonomi berhenti dan bangkrut. Dunia usaha dan pemerintah saya yakin sudah mempersiapkan diri.⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Semoga Allah melindungi bangsa kita dari virus mematikan ini. Kalau virus corona bisa berkata dan kita mendengarnya, mungkin yang dikatakan, "Saya hanya menjalankan perintah-Nya." Menurut kita keyakinan orang beriman, virus adalah mahluk Allah dan ia akan tunduk pada Penciptanya.⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Kalau kita mau masuk rumah besar dan megah dicegat anjing galak dan terus menerus menyalaki kita, yang kita lakukan adalah membunyikan bell rumah untuk memanggil tuan rumah datang. Begitu datang, ia akan menjemput kita dan segera mengusir anjing yang galak tersebut, lalu kita pun masuk bersamanya.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Kalau kita mengetuk pintu langit, Allah akan membukakannya dan mengusir virus yang mengganggu kita. Yakinlah.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
oleh Dr Budi Handrianto,⁣⁣⁣
Alumni Program Kaderisasi Da'i dan Ulama D

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post