Kalkulator Zakat


ZAKAT berasal dari asal kata “zakkaa – yuzakkii – tazkiyatan – zakaatan” yang berarti :

1. Pertama : An-Nama (tumbuh dan berkembang), artinya bahwa harta yang dikeluarkan zakat darinya, tidaklah akan berkurang, justru akan tumbuh dan berkembang lebih banyak. Faktanya sudah sangat banyak.

2. Kedua : Ath-Thaharah (suci), artinya bahwa harta yang dikeluarkan zakatnya, akan menjadi bersih dan membersihkan jiwa yang memilikinya dari kotoran hasad, dengki dan bakhil.

3. Ketiga : Ash-Sholahu (baik), artinya bahwa harta yang dikeluarkan zakatnya, akan menjadi baik dan zakat sendiri akan memperbaiki kwalitas harta tersebut dan memperbaiki amal yang memilikinya.

Berzakat menjadi sebuah kewajiban bagi setiap muslim yang memiliki harta berlebih. Filantropi ini menjadi penyeimbang antara muzzaki dan mustahiq. Islam menghendaki adanya kehidupan yang harmonis pada kedua kelompok tersebut.

Besarnya zakat yang diharus dikeluarkan tidak besar. Hanya 1/40 atau 2,5% dari keseluruhan harta yang telah melebihi batas nishob. Prosentasenya sangat kecil, tapi dampaknya akan sangat besar. Bagaimana harta yang sedikit ini mampu menjelma menjadi kebaikan sosial bagi banyak orang ?

Al-Qur’an mengibaratkan zakat dengan sebuah biji. Biji ukurannya sangat kecil, tapi dari benda kecil tersebut, kehidupan sebuah pohon bahkan anak-anakkannya kelak akan hadir. Akar yang menyebar ke berbagai penjuru tanah, batang yang berdiri kokoh, ranting-ranting yang menjulang ke berbagai arah, dedauan yang tumbuh dengan rimbun dan menyejukkan, serta buah buahan yang terasa manis, bermanfaat bagi banyak orang

Tahukah engkau bahwa zakat-zakatmu akan menjadi energi kehidupan bagi para fakir? Menjadi harapan penyambung kehidupan mereka hari demi hari bagi orang-orang miskin? Menjadi kendaraan bagi para Amil untuk semakin menyentuh orang orang yang membutuhkan di daerah yang jauh dari tangan tangan pemberi? Menjadi pintu cahaya Islam bagi para muallaf? Menjadi tangan tangan penyelamat bagi para riqob? Menjadi penyeka air mata bagi para orang orang yang berhutang? Menjadi jembatan keselamatan bagi orang orang yang berada dalam safar? Dan menjadi obor kebangkitan dakwah Islam bagi orang-orang yang sedang berjuang di jalan Allah?

Zakat Maal menjadi kewajiban yang harus digenapkan atas harta yang telah mencapai nishab (batas minimum). Ruang lingkupnya mencakup uang, emas, surat berharga, dan aset yang disewakan. Tidak termasuk harta pertanian, pertambangan, dan lain-lain.

Objek harta yang akan dizakatkan harus terbebas dari jerat hutang dan telah dimiliki >1 tahun.

Landasan dan ketentuan pembayaran zakat bersumber dari Surah At Taubah ayat 103, Peraturan Menteri Agama No 52/2014, pendapat Shaikh Yusuf Qardaw, dan UU No. 23/2011.

Standar harga emas yg digunakan untuk 1 gram nya adalah Rp 750.000,-. Sementara nishab yang digunakan adalah sebesar 85 gram emas.

Adapun cara menghitung zakat maal sebagai berikut:

2,5% x Jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun

Contoh:

Jika harga emas saat ini Rp750.000,-/gram, maka nishab zakat maal adalah senilai Rp63.750.000 (Rp750.000.000 x 85).

Apabila sahabat pendukung dakwah selama 1 tahun penuh memiliki harta yang tersimpan (emas/perak/uang) senilai Rp100.000.000, maka telah wajib menguluarkan zakat.

Dalam kasus ini, maka besaran zakat yang perlu sahabat tunaikan adalah sebesar 2,5% x Rp100.000.000 = Rp2.500.000

Yuk niagakan zakat maal sahabat untuk mendukung berbagai aktivitas dakwah para dai/guru ngaji Dewan Da’wah yang ada di 32 provinsi Indonesia.

Saatnya berzakat untuk dakwah, saatnya berniaga untuk investasi yang akan dibawa ke hadapan Allah!


0/Post a Comment/Comments